Notice: WP_Scripts::localize was called incorrectly. The $l10n parameter must be an array. To pass arbitrary data to scripts, use the wp_add_inline_script() function instead. Please see Debugging in WordPress for more information. (This message was added in version 5.7.0.) in /home/u1116145/public_html/kabarsangmentari.com/wp-includes/functions.php on line 5663

Indonesia, Ambil Alih Kembali Piala Thomas di 2020

Kabar Sang Mentari | Mahasiswa Prodi Manajemen Dakwah Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Walisongo Semarang – Piala Thomas merupakan event yang selalu dinantikan oleh publik dunia. Hal ini karena turnamen bulu tangkis beregu pria ini begitu bergengsi. Animo besar publik pun kembali ditunjukkan dalam gelaran Thomas Cup 2020 yang kini tengah digelar. Demi memperebutkan gelar juara, sejumlah tim menurunkan pemain terbaiknya, termasuk Indonesia.

Menurut sejaranhnya, Piala Thomas atau Thomas Cup sudah ada pada 1949. Nama dari kejuaraan beregu putra ini diambil dari seorang mantan presiden Federasi Bulu Tangkis Internasional (IBF) dan sekaligus legenda bulu tangkis Inggris, yakni Sir George Alan Thomas. Setiap tim peserta Piala Thomas terdiri dari 3 tunggal, 2 ganda. Pada edisi pertama, Piala Thomas digelar di kota Preston, Inggris dengan diikuti tiga tim saja, yaitu Amerika Serikat, Malaysia, dan Denmark. Dalam penyelenggaraan Thomas Cup pertama, Malaysia pun sukses keluar sebagai juara. Kepastian itu didapat usai mengalahkan Denmark dengan skor 8-1. Mereka terus mempertahankan gelar itu hingga 3 edisi Thomas Cup. Baru pada gelaran Thomas Cup 1958, kejayaan Malaysia tumbang. Indonesia sukses mengambil alih gelar juara tersebut dan mempertahankannya ke beberapa edisi selanjutnya.

Seiring berjalannya waktu, ada perubahan penyelenggaraan Thomas Cup yang tadinya diselenggarakan tiga tahun sekali sekarang menjadi dua tahun sekali. Perubahan waktu penyelenggaraan tersebut mulai tahun 1982 hingga saat ini. Selain itu, aturan challenge round pun dihapuskan. Jika dulu pemenang antarzona harus melawan juara bertahan di babak final atau yang disebut challenge round, mulai tahun 1982 hingga saat ini aturan itu pun tidak dilakukan lagi.

Indonesia juga menjadi negara tersukses dalam penyelenggaran Piala Thomas. Sebab, Indonesia sudah 13 kali merebut gelar juara. Indonesia unggul tiga gelar juara dari China yang merengkuh 10 gelar juara. Tiga belas trofi Thomas Cup untuk Indonesia juga menjadikan mereka sebagai kolektor terbanyak di ajang beregu putra ini.

Gelar pertama Merah Putih diraih pada tahun 1958 ketika menghentikan dominasi Malaysia di 3 edisi sebelumnya. Pada tahun 1958 di Singapura tersebut, Indonesia sukses mengalahkan Malaysia dengan skor 6-3. Kala itu dari 9 pertandingan, 6 laga sukses direbut Indonesia melalui Ferry Sonneville, Tan Joe Hock, Tan King Gwan/Njoo Kiem Bie, dan Eddy Yusuf. Kendati berstatus ajang berskala internasional, kala itu Thomas Cup didominasi oleh Indonesia dan Malaysia. Pada 8 gelaran awal ajang ini, kedua negara bertetangga itu masing-masing meraih 4 gelar juara. Total, 12 kali Thomas Cup dimainkan dengan format 9 pertandingan dalam 1 laga final antara 1949-1982. Indonesia sangat superior kala itu dengan raihan 7 gelar. Sedangkan 5 gelar lain didapat Malaysia (4) dan Cina (1). Memasuki era baru dengan 5 laga di partai final, Indonesia sukses meraih gelar juara di tahun 1984 melawan Cina. Tertinggal 1-2 setelah laga ketiga, Indonesia sukses membalikkan skor di 2 laga penentuan. Yakni melalui 2 ganda putra Christian Hadinata/Hadibowo dan Liem Swie King/Hariamanto Kartono. Dominasi Indonesia terus berlanjut di era 1990-an dan awal 2000-an. Dari 7 ajang yang digelar antara 1990-2002, Indonesia sangat perkasa dengan raihan 5 gelar. Kala itu para pemain putra Indonesia memang menggila berkat para talenta seperti Hariyanto Arbi, Ricky Subagja, Rexy Mainaky, Tony Gunawan, Hendrawan, dan Taufik Hidayat.

Dalam Thomas Cup dan Uber Cup yang digelar di Aarhus, Denmark pada 9-17 Oktober 2021 ini, babak penyisihan grup tim Thomas Cup Indonesia berada di grup A. Berikut daftar skuad Indonesia yang berlaga di Thomas Cup 2020: Anthony Sinisuka Ginting, Jonatan Christie, Shesar Hiren Rhustavito, Chico Aura Dwi Wardoyo, Marcus Fernaldi Gideon, Kevin Sanjaya Sukamuljo, Mohammad Ahsan, Hendra Setiawan, Fajar Alfian, Muhammad Rian Ardianto, Leo Rolly Carnando, Daniel Marthin

Pada babak penyisihan Grup A Thomas Cup 2020, dua tim teratas termasuk Indonesia melangkah ke fase selanjutnya. Tidak hanya sekadar melaju ke perempat final Thomas Cup 2020 saja, Indonesia melangkah ke fase selanjutnya dengan terhormat. Tim Merah Putih dengan gagah melangkah ke babak delapan besar Thomas Cup 2020 sebagai juara Grup A.
Pada Quarter Final Indonesia dipertemukan kembali dengan Malaysia. Tim Indonesia berhasil melaju ke babak semifinal setelah berhasil menang atas tim beregu dari Malaysia 3-0 di babak perempat final Thomas Cup 2021. Pertandingan babak perempat final Thomas Cup 2021 antara Indonesia vs Malaysia telah berlangsung di Aarhus, Denmark, Jum’at 15 Oktober 2021.

Di partai pertama tunggal putra andalan Indonesia Anthony Sinisuka Ginting berhasil menaklukan tunggal putra dari Malaysia Lee Zii Jia dengan dua game langsung 21-15 dan 21-17. Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya yang bermain di partai kedua pun akhirnya dapat menaklukan pasangan ganda putra andalan dari Malaysia Aaron Chia/Soh Wooi Yik dengan tiga game 21-17, 16-21, 21-15. Sementara dipartai ketiga tunggal putra kedua dari tim Indonesia Jonatan Christie atau yang biasa akrab dipanggil dengan Jojo juga sukses mendapatkan kemenanganan atas tunggal putra dari Malaysia Ng Tze Yong dengan tiga game yang sangat seru 14-21, 21-19, 21-16. Dengan demikian, skor tersebut menjadikan Indonesia melaju ke perempat final, dan akan melawan negara tuan rumah yaitu Denmark.

Tunggal putra Indonesia, Jonatan Christie menjadi penentu kemenangan dalam turnamen Final. Tim badminton putra Indonesia mengakhiri paceklik 19 tahun untuk menjuarai Thomas Cup 2020. Berlangsung tahun ini akibat pandemi Covid-19, Indonesia menaklukkan juara bertahan China 3-0 di final.Tunggal kedua Jonatan Christie memastikan kemenangan Indonesia atas Negeri Tirai Bambu. Dia menaklukkan Li Shi Feng 21-14, 18-21, 21-14 di Ceres Arena 2021, Minggu (17/10/2021). Sementara dua angka sebelumnya dipersembahkan Anthony Sinisuka Ginting (tungal pertama) dan Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto (ganda pertama). Jonatan Christie mengalahkan lawannya dari China Li Shi Feng melalui rubber game dengan waktu 81 menit.

Nelsy Kumala Putri
Mahasiswa Prodi Manajemen Dakwah Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Walisongo Semarang